Upaya menjaga kesehatan mental dan keseimbangan psikologis anggota terus diperkuat Polres Klaten dengan menghadirkan kegiatan Sapa Hati atau Kisah Pagi Curahan Hati bersama Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka sekaligus pendampingan psikologis bagi anggota perwakilan Polsek jajaran Polres Klaten dalam menghadapi dinamika tugas dan persoalan personal, Rabu (21/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran pejabat dan tim psikologi Ro SDM Polda Jawa Tengah bersama Bag SDM Polres Klaten. Sapa Hati dirancang sebagai sarana pembinaan mental yang humanis, dengan pendekatan komunikasi dua arah agar anggota dapat menyampaikan beban psikologis yang selama ini mungkin terpendam, baik yang berkaitan dengan tekanan pekerjaan maupun persoalan keluarga.
Dalam suasana yang terbuka dan penuh empati, anggota diberikan kesempatan untuk mencurahkan isi hati tanpa rasa takut maupun stigma. Tim Psikologi Ro SDM Polda Jateng hadir tidak hanya sebagai pendengar, tetapi juga sebagai pendamping yang memberikan arahan, penguatan, serta solusi psikologis agar setiap anggota mampu mengelola stres dan emosi secara sehat dalam menjalankan tugas kepolisian.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap permasalahan psikologis. Apabila ditemukan hambatan yang berpotensi mengganggu kinerja maupun kesejahteraan anggota, konselor dan tim psikologi siap memberikan pendampingan lanjutan. Bahkan, anggota didorong untuk tidak ragu menghubungi konselor Polres Klaten maupun Tim Psikologi Polda Jawa Tengah jika di kemudian hari membutuhkan ruang diskusi dan dukungan mental.
Kasihumas Polres Klaten AKP Suwoto menilai kegiatan Sapa Hati sebagai langkah strategis dalam menjaga kesiapan mental personel. Menurutnya, kesehatan psikologis anggota merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian institusi terhadap kondisi psikologis anggota. Dengan adanya ruang curhat yang didampingi psikolog profesional, diharapkan setiap permasalahan dapat diurai sejak dini sehingga anggota tetap fokus, tenang, dan optimal dalam menjalankan tugasnya." AKP Suwoto.
Ia menambahkan, Polres Klaten berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dan pendampingan psikologis secara berkelanjutan. Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat ketahanan mental anggota sekaligus mencegah munculnya persoalan yang lebih kompleks di kemudian hari.
.